<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>VICZ Blog</title>
    <link>http://vicz.blogdrive.com/</link>
    <description>VICZ BLOG's</description>
    <lastBuildDate>Fri, 27 Mar 2009 23:25:00 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2009.</copyright>
    <category>Muslim</category>
    <category>Programming</category>
    <category>Computer Science</category>
    <item>
      <title>IKHLAS</title>
      <link>http://vicz.blogdrive.com/archive/2.html</link>
      <pubDate>Sat, 07 Jan 2006 22:26:53 GMT</pubDate>
      <description>    &lt;P&gt;&lt;FONT face=&quot;Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;FONT size=4&gt;&lt;STRONG&gt;Ikhlas Tempat Persinggahan &lt;br&gt;&lt;I&gt;&quot;Iyyaka Na&amp;#39;budu Wa Iyyaka Nasta&amp;#39;in&quot;&lt;/I&gt;&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;  &lt;P&gt;Sehubungan dengan tempat persinggahan ikhlas ini Allah telah berfirman di dalam Al-Qur&amp;#39;an, (artinya):&lt;BR&gt;&lt;I&gt;&quot;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.&quot;&lt;/I&gt; (Al-Bayyinah: 5)&lt;BR&gt;&lt;I&gt;&quot;Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur&amp;#39;an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).&quot;&lt;/I&gt; (Az-Zumar: 2-3)&lt;BR&gt;&lt;I&gt;&quot;Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.&quot;&lt;/I&gt; (Al-Mulk: 2) &lt;/P&gt;  &lt;P&gt;Al-Fudhail berkata, &quot;Maksud yang lebih baik amalnya dalam ayat ini adalah yang paling ikhlas dan paling benar.&quot; &lt;BR&gt;Orang-orang bertanya, &quot;Wahai Abu Ali, apakah amal yang paling ikhlas dan paling benar itu ?&quot;&lt;BR&gt;Dia menjawab, &quot;Sesungguhnya jika amal itu ikhlas namun tidak benar, maka ia tidak diterima. Jika amal itu benar namun tidak ikhlas maka ia tidak akan diterima, hingga amal itu ikhlas dan benar. Yang ikhlas ialah yang dikerjakan karena Allah, dan yang benar ialah yang dikerjakan menurut As-Sunnah.&quot; Kemudian ia membaca ayat, (artinya): &lt;I&gt;&quot;Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya.&quot;&lt;/I&gt; (Al-Kahfi: 110)   &lt;P&gt;Allah juga berfirman, (artinya):&lt;BR&gt;&lt;I&gt;&quot;Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan?&quot;&lt;/I&gt; (An-Nisa&amp;#39;: 125)&lt;BR&gt;Menyerahkan diri kepada Allah artinya memurnikan tujuan dan amal karena Allah. Sedangkan mengerjakan kebaikan ialah mengikuti Rasulullah &lt;I&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/I&gt; dan Sunnah beliau.   &lt;P&gt;Allah juga berfirman, (artinya):&lt;BR&gt;&lt;I&gt;&quot;Dan, Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.&quot;&lt;/I&gt; (Al-Furqan: 23)&lt;BR&gt;Amal yang seperti debu itu adalah amal-amal yang dilandaskan bukan kepada As-Sunnah atau dimaksudkan bukan karena Allah. Nabi &lt;I&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/I&gt; pernah bersabda kepada Sa&amp;#39;ad bin Abi Waqqash, &quot;Sesungguhnya sekali-kali engkau tidak akan dibiarkan, hingga engkau mengerjakan suatu amal untuk mencari Wajah Allah, melainkan engkau telah menambah kebaikan, derajad dan ketinggian karenanya.&quot;   &lt;P&gt;Di dalam Ash-Shahih disebutkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, dia berkata, &quot;Rasulullah &lt;I&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/I&gt; bersabda, (artinya):&lt;BR&gt;&lt;I&gt;&quot;Tiga perkara, yang hati orang mukmin tidak akan berkhianat jika ada padanya: Amal yang ikhlas karena Allah, menyampaikan nasihat kepada para waliyul-amri dan mengikuti jama&amp;#39;ah orang-orang Muslim karena doa mereka meliputi dari arah belakang mereka.&quot;&lt;/I&gt; (HR. At-Thirmidzi dan Ahmad)   &lt;P&gt;Rasulullah &lt;I&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/I&gt; pernah ditanya tentang berperang karena riya&amp;#39;, berperang karena keberanian dan berperang karena kesetiaan, manakah diantaranya yang ada di jalan Allah? Maka beliau menjawab, &quot;Orang yang berperang agar kalimat Allah lah yang paling tinggi, maka dia berada di jalan Allah.&lt;BR&gt;Beliau juga mengabarkan tiga golongan orang yang pertama-tama diperintahkan untuk merasakan api neraka, yaitu qari&amp;#39; Al-Qur&amp;#39;an, mujahid dan orang yang menshadaqahkan hartanya; mereka melakukannya agar dikatakan, &quot;Fulan adalah qari&amp;#39;, fulan adalah pemberani, Fulan adalah orang yang bershadaqah&quot;, yang amal-amal mereka tidak ikhlas karena Allah.   &lt;P&gt;Di dalam hadits qudsi yang shahih disebutkan; &lt;I&gt;&quot;Allah berfirman, &amp;#39;Aku adalah yang paling tidak membutuhkan persekutuan dari sekutu-sekutu yang ada. Barangsiapa mengerjakan suatu amal, yang di dalamnya ia menyekutukan selain-Ku, maka dia menjadi milik yang dia sekutukan, dan Aku terbebas darinya&amp;#39;.&quot;&lt;/I&gt; (HR. Muslim)&lt;BR&gt;Di dalam hadits lain disebutkan; &lt;I&gt;&quot;Allah berfirman pada hari kiamat, &amp;#39;Pergilah lalu ambillah pahalamu dari orang yang amalanmu kamu tujukan. Kamu tidak mempunyai pahala di sisi Kami&amp;#39;.&quot;&lt;/I&gt;   &lt;P&gt;Di dalam Ash-Shahih disebutkan dari Nabi &lt;I&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/I&gt;, beliau bersabda: &lt;BR&gt;&lt;I&gt;&quot;Sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh kalian dan tidak pula rupa kalian, tetapi Dia melihat hati kalian.&quot;&lt;/I&gt; (HR. Muslim)   &lt;P&gt;Banyak difinisi yang diberikan kepada kata ikhlas dan &lt;I&gt;shidq&lt;/I&gt;, namun tujuannya sama. Ada yang berpendapat, ikhlas artinya menyendirikan Allah sebagai tujuan dalam ketaatan. Ada yang berpendapat, ikhlas artinya membersihkan perbuatan dari perhatian manusia, termasuk pula diri sendiri. Sedangkan &lt;I&gt;shidq&lt;/I&gt; artinya menjaga amal dari perhatian diri sendiri saja. Orang yang ikhlas tidak riya&amp;#39; dan orang yang &lt;I&gt;shidq&lt;/I&gt; tidak ujub. Ikhlas tidak bisa sempurna kecuali &lt;I&gt;shidq&lt;/I&gt;, dan &lt;I&gt;shidq&lt;/I&gt; tidak bisa sempurna kecuali dengan ikhlas, dan keduanya tidak sempurna kecuali dengan sabar.   &lt;P&gt;Al-Fudhail berkata, &quot;Meninggalkan amal karena manusia adalah riya&amp;#39;, Mengerjakan amal karena manusia adalah syirik. Sedangkan ikhlas ialah jika Allah memberikan anugerah kepadamu untuk meninggalkan keduanya.&quot;&lt;BR&gt;Al-Junaid berkata, &quot;Ikhlas merupakan rahasia antara Allah dan hamba, yang tidak diketahui kecuali oleh malaikat sehingga dia menulis-nya, tidak diketahui syetan sehingga dia merusaknya dan tidak pula diketahui hawa nafsu sehingga dia mencondongkannya.&quot;&lt;BR&gt;Yusuf bin Al-Husain berkata. &quot;Sesuatu yang paling mulia di dunia adalah ikhlas. Berapa banyak aku mengenyahkan riya&amp;#39; dari hatiku, tapi seakan-akan ia tumbuh dalam rupa yang lain.&quot;   &lt;P&gt;Pengarang &lt;I&gt;Manazilus-Sa&amp;#39;irin&lt;/I&gt; berkata, &quot;Ikhlas artinya membersihkan amal dari segala campuran.&quot; Dengan kata lain, amal itu tidak dicampuri sesuatu yang mengotorinya karena kehendak-kehendak nafsu, entah karena ingin memperlihatkan amal itu tampak indah di mata orang-orang, mencari pujian, tidak ingin dicela, mencari pengagungan dan sanjungan, karena ingin mendapatkan harta dari mereka atau pun alasan-alasan lain yang berupa cela dan cacat, yang secara keseluruhan dapat disatukan sebagai kehendak untuk selain Allah, apa pun dan siapa pun.&quot; &lt;/P&gt;  &lt;br&gt;  [Disalin dari Kitab Madarijus Salikin, Penulis Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Penerjemah Kathur Suhadi, Pustaka Al-Kautsar]&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/283921/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/283921/img/?url=http%3A%2F%2Fvicz.blogdrive.com%2Farchive%2F2.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://vicz.blogdrive.com/comments?id=2</comments>
    </item>
    <item>
      <title>MACAM-MACAM TAUHID</title>
      <link>http://vicz.blogdrive.com/archive/1.html</link>
      <pubDate>Sat, 31 Dec 2005 23:03:37 GMT</pubDate>
      <description>         &lt;FONT color=#5866CD&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;FONT face=&quot;Verdana&quot; size=4&gt;MACAM-MACAM TAUHID&lt;/FONT&gt; &lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Oleh&lt;BR&gt;Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pertanyaan&lt;BR&gt;Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Disebabkan kebodohan saya tentang macam-macam tauhid dan apa hakikatnya, sementara itu saya ingin berlepas diri dari (hal-hal yang bertentangan dengan tauhid, yaitu) kesyirikan, maka saya mengharapkan jawaban dari pertanyaan berikut ini. Ada berapa macam tauhid itu, dan bagaimana penjelasannya masing-masing ?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jawaban.&lt;BR&gt;Semoga Allah Subhanahu wa Ta&amp;#39;ala menambah semangat anda untuk mencari kebaikan ; dan sungguh hal ini menunjukkan betapa besar perhatian anda terhadap masalah aqidah. Memang wajib bagi setiap muslim memperhatikan aqidahnya karena aqidah merupakan asas (fondasi) dari amal perbuatannya. Amal perbuatan itu dikatakan benar dan akan mendapatkan pahala hanya jika memenuhi dua syarat berikut:&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pertama.&lt;BR&gt;Amal tersebut haruslah dibangun di atas aqidah yang benar (ikhlas).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kedua.&lt;BR&gt;Harus sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh Rasulullah Shallallahu &amp;#39;alaihi wa sallam (mutaba&amp;#39;ah).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Perhatian anda terhadap aqidah, yakni yang berkaitan dengan pengetahuan tentang macam-macam tauhid, menunjukkan anda bersemangat meraih kebaikan –alhamdulillah-, menginginkan kebenaran dan kelurusan aqidah yang wajib bagi setiap muslim.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Berkenan dengan macam-macam tauhid, maka saya sampaikan bahwa tauhid ada tiga macam.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Pertama : Tauhid Rububiyah.&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta&amp;#39;ala dalam hal perbuatanNya. Seperti mencipta, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, mendatangkan bahaya, memberi manfaat, dan lain-lain yang merupakan perbuatan-perbuatan khusus Allah Subhanahu wa Ta&amp;#39;ala. Seorang muslim haruslah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta&amp;#39;ala tidak memiliki sekutu dalam RububiyahNya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Kedua : Tauhid Uluhiyah&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta&amp;#39;ala dalam jenis-jenis peribadatan yang telah disyariatkan. Seperti ; shalat, puasa, zakat, haji, do&amp;#39;a, nadzar, sembelihan, berharap, cemas, takut, dan sebagainya yang tergolong jenis ibadah. Mengesakan Allah Subhanahu wa Ta&amp;#39;ala dalam hal-hal tersebut dinamakan Tauhid Uluhiyah ; dan tauhid jenis inilah yang dituntut oleh Allah Subhanhu wa Ta&amp;#39;ala dari hamba-hambaNya. Karena tauhid jenis pertama, yaitu Tauhid Rububiyah, setiap orang (termasuk jin) mengakuinya, sekalipun orang-orang musyrik yang Allah Subhanahu wa Ta&amp;#39;ala utus Rasulullah kepada mereka. Mereka mayakini Tauhid Rububiyah ini, sebagaiman tersebut dalam firman Allah Subhanahu wa Ta&amp;#39;ala.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&quot;Artinya : Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, &amp;#39;Siapakah yang menciptakan mereka ?&amp;#39; niscaya mereka menjawab &amp;#39;Allah&amp;#39;. Maka bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)&quot; [Al-Zukhruf : 87]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&quot;Artinya : Katakanlah, &amp;#39;Siapakah yang mempunyai tujuh langit dan mempunyai &amp;#39;Arsy yang besar ?&amp;#39; Mereka akan menjawab, &amp;#39;Kepunyaan Allah&amp;#39;. Katakanlah, &amp;#39;Mengapa kamu tidak bertaqwa?&quot; [Al-Mu&amp;#39;minun : 86-87]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Masih banyak ayat-ayat yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrik meyakini Tauhid Rububiyah. Akan tetapi, sebenarnya yang dituntut dari mereka adalah mengesakan Allah dalam hal ibadah. Jika mereka mengikrarkan Tauhid Rububiyah, maka hendaknya juga mengakui Tauhid Uluhiyah (ibadah). Sungguh, Rasulullah (diutus untuk)menyeru mereka agar meyakini Tauhid Uluhiyah. Hal ini disebutkan dalam firmanNya Subhanahu wa Ta&amp;#39;ala.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&quot;Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul kepada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), &amp;#39;Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut, lalu diantara umat-umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula orang-orang yang telah dipastikan sesat. Oleh karena itu, berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (para rasul)&amp;#39; [An-Nahl ; 36]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Setiap rasul menyeru manusia agar meyakini Tauhid Uluhiyah. Adapun Tauhid Rububiyah, karena merupakan fitrah, maka belumlah cukup kalau seseorang hanya meyakini tauhid ini saja.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Ketiga : Tauhid Asma was Sifat&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;Yaitu menetapkan nama-nama dan sifat-saifat untuk Allah Subhanahu wa Ta&amp;#39;ala sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Allah untuk diriNya maupun yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu &amp;#39;alaihi wa sallam ; serta meniadakan kekurangan-kekurangan dan aib-aib yang ditiadakan oleh Allah terhadap diriNya, dan apa yang ditiadakan oleh Rasulullah Shallallahu &amp;#39;alaihi wa sallam.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tiga jenis tauhid inilah yang wajib diketahui oleh seorang muslim, lalu secara sungguh-sungguh ,mengamalkannya. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[Al-Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Al-Fauzan II/17-18. Di salin ulang dari Majalah Fatawa edisi 1/I/Ramadhan 4123H Hal. 4-5] &lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/283921/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/283921/img/?url=http%3A%2F%2Fvicz.blogdrive.com%2Farchive%2F1.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://vicz.blogdrive.com/comments?id=1</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>

